KERIS SD N Imogiri: Sesarengan Maos Parikan, Nglestarekake Sastra Jawa


20 Agustus 2026 - SD N Imogiri terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah melalui berbagai program unggulan sekolah. Salah satunya adalah KERIS (Kemis Sastra Jawa Mlipis), sebuah kegiatan yang dilaksanakan secara rutin untuk mengenalkan dan melestarikan sastra serta budaya Jawa kepada para peserta didik.

Salah satu kegiatan dalam program KERIS adalah “Sesarengan Maos Parikan”. Kegiatan ini dilaksanakan di dalam kelas dengan dipimpin oleh wali kelas masing-masing. Dengan suasana yang santai, menyenangkan, dan penuh kebersamaan, para siswa diajak untuk membaca dan melafalkan parikan bersama-sama.

Sesarengan Maos Parikan

Parikan merupakan salah satu bentuk sastra lisan Jawa yang memiliki ciri khas berupa permainan kata, bunyi, dan makna. Melalui kegiatan Sesarengan Maos Parikan, siswa tidak hanya belajar membaca teks berbahasa Jawa, tetapi juga berlatih memahami kosakata, intonasi, serta pesan yang terkandung di dalam parikan.

Kegiatan diawali dengan wali kelas memberikan contoh pembacaan parikan. Selanjutnya, siswa mengikuti pembacaan secara bersama-sama. Beberapa parikan juga dibaca secara bergantian agar siswa mendapatkan kesempatan untuk tampil dan melatih keberanian berbicara menggunakan bahasa Jawa.

Suasana kelas pun menjadi lebih hidup. Siswa terlihat antusias mengikuti setiap bait parikan yang dibacakan. Melalui kegiatan sederhana tersebut, pembelajaran sastra Jawa terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari dan tidak terkesan sebagai kegiatan yang sulit.

Menumbuhkan Cinta terhadap Bahasa dan Budaya Jawa

Program KERIS tidak sekadar menjadi kegiatan membaca sastra Jawa. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk nguri-uri kabudayan Jawa sekaligus membangun karakter peserta didik agar memiliki rasa bangga terhadap budaya daerahnya.

Melalui pembiasaan membaca parikan bersama, siswa diharapkan semakin mengenal kekayaan bahasa Jawa, mampu menggunakan bahasa Jawa dengan baik dalam kehidupan sehari-hari, serta memiliki keberanian untuk melestarikan budaya lokal.

Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi guru dan siswa untuk belajar bersama dalam suasana yang menyenangkan. Wali kelas berperan sebagai pendamping sekaligus teladan dalam penggunaan bahasa Jawa, sehingga nilai-nilai kesantunan dan unggah-ungguh dapat terus dibiasakan di lingkungan sekolah.

KERIS, Langkah Kecil untuk Melestarikan Budaya

Kemis Sastra Jawa Mlipis (KERIS) merupakan salah satu wujud nyata komitmen SD N Imogiri dalam menjaga keberlangsungan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman. Melalui kegiatan sederhana seperti Sesarengan Maos Parikan, siswa diajak untuk mengenal, menikmati, dan mencintai sastra Jawa sejak dini.

Dengan semangat “belajar bersama, berkarya bersama, dan melestarikan budaya bersama”, SD N Imogiri berharap program KERIS dapat terus berkembang menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengenal berbagai bentuk sastra dan budaya Jawa dengan cara yang menyenangkan.

Semoga melalui KERIS, kecintaan terhadap bahasa dan budaya Jawa semakin tumbuh di hati para peserta didik, sehingga warisan budaya tersebut tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

KERIS SD N Imogiri — Saben Kemis, Nguri-uri Sastra Jawa, Nuwuhake Tresna marang Budaya.